Apa itu green technology dan apa contoh nya?

Diposting pada
Apa itu green technology dan apa contoh nya?
Siapa yang tak mengenal “Green Technology”, istilah yang begitu akrab dengan telinga kita, selama beberapa tahun belakangan ini. Adalah teknologi yang ramah lingkungan, dan memiliki integrasi antara teknologi modern dengan ilmu lingkungan, untuk mengurangi dampak negatif dari aktifitas manusia.
Green technology,  bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan cara-cara untuk menyediakan kebutuhan bagi manusia tanpa menyebabkan kerusakan lingkungan atau pengurangan sumber daya alam.
Konsep dari Green Technology sendiri, memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
  1. Keberlangsungan, memperhatikan ketersediaan  sumber daya alam dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup manusia.
  2. Pendaur-ulangan, menciptakan produk yang tidak sekali pakai.
  3. Pengurangan Sampah, meminimalisasi tingkat konsumsi.
  4. Inovasi, berupaya untuk mengembangkan alternatif baru, yang lebih ramah lingkungan.
  5. Ekonomi, menciptakan kegiatan ekonomi dengan mengenalkan produk Green Tehnology.
  6. Edukasi, pengajaran pada generasi muda, akan perlunya pengembangan Green Technology.
Penerapan Green Technology, digolongkan menjadi beberapa tipe, antara lain:

1. Energi

Energi adalah satu dari banyak hal yang diperlukan dalam kebutuhan hidup manusia, penggunaan energi fosil yang tinggi, akan menimbulkan dampak pencemaran yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Sehingga diperlukan energi alternatif, yang lebih ramah lingkungan dan terbarukan.
Contoh Penerapan :
  1. Penggunaan tenaga air (Hydro power) sebagai sumber energi listrik
  2. Penggunaan tenaga surya (Solar cell power) sebagai sumber listrik
  3. Pemanfaatan biomassa menjadi biofuel untuk bahan bakar (limbah tanaman jarak, tebu, ketela, jagung)
  4. Pemanfaatan biogas dari limbah organik dan kotoran ternak  sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah/kayu bakar
  5. biogas dimanfaatan sebagai pengerak generator gas untuk pembangkit listrik

2. Bangunan

Untuk strategi yang dapat diterapkan antara lain adalah pemanfaatan material berkelanjutan, efisiensi lahan, keterkaitan dengan ekologi lokal, keterkaitan antara transit dan tempat tinggal,  efisiensi penggunaan air, serta  rekreasi dan bekerja, penanganan limbah, dan mengedepankan kondisi lokal baik secara fisik maupun secara sosial.
Contoh penerapan konsep design Green Building :
  1. Meminimalkan penggunaan lampu dengan memanfaatkan cahaya alami
  2. Meminimalkan penggunaan mesin pendingin ruangan dan air dengan mengefektifkan design bangunan
  3. Pengelolaan limbah “closed cycle” untuk gedung/tempat tinggal
  4. Menyediakan ruang terbuka hijau untuk tiap bangunan/gedung yang dibangun
  5. Penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan dan tahan lama

3. Chemistry

Green Chemistry itu lebih berfokus pada usaha untuk meminimalisir penghasilan zat-zat berbahaya dan memaksimalkan efisiensi dari penggunaan zat-zat (substansi) kimia. Sedangkan, Environmental Chemistry itu lebih menekankan pada fenomena lingkungan yang telah tercemar oleh substansi-substansi kimia.
Green Chemistry itu memiliki 12 asas, diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Menghindari penghasilan sampah
  2. Desain bahan kimia dan produk yang aman
  3. Desain sintesis kimia yang tak berbahaya
  4. Penggunaan sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable)
  5. Penggunaan katalis
Contoh penerapan konsep Green Chemistry :
  1. Vitamin C (asam askorbat) untuk proses pembuatan polimer
  2. Gula dan minyak sayur sebagai bahan baku cat
  3. Gula pati dan selulosa sebagai bahan bakar
  4. Pemakaian enzim untuk pembuatan   bahan dasar kosmetik
  5. Kacang kedelai sebagai Bahan Pembuatan Toner printer
  6. Kacang kedelai sebagai bahan baku pembuatan lem perekat

4. Nanotechnology

Green Nanotechnology adalah pengembangan dari clean technology yang merupakan suatu upaya untuk dapat meminimalisasi potensi resiko kerusakan lingkungan dan manusia yang terkait dengan pembuatan dan penggunaan produk nanoteknologi serta untuk mendorong penggantian produk yang ada dengan produk nano baru yang tentunya lebih ramah lingkungan.
Tujuan dari Green Nanotechnology ada dua yaitu :
  1. Memproduksi Nanomaterials dan produk tanpa merugikan lingkungan atau kesehatan manusia, dan memproduksi nano-produk yang memberikan solusi terhadap masalah lingkungan hidup.
    Contoh :
    1. Membran nano dapat membantu produk terpisah reaksi kimia yang diinginkan dari bahan limbah.
    2. Katalis Nanoscale bisa membuat reaksi kimia yang lebih efisien dan lebih boros.
  2. Mengembangkan produk-produk yang menguntungkan lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Contoh :
    1. Nanomaterials atau produk langsung dapat membersihkan situs limbah berbahaya, air desalinasi, polutan merawat dan memonitor polusi lingkungan.
    2.  Nanocomposites ringan untuk mobil dan alat transportasi lainnya dapat menghemat bahan bakar dan mengurangi bahan yang digunakan untuk produksi.
Itulah bahas – bahas tentang green technology. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa. 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *